keperawatan tradisional

yuhefizar a.k.a.gale blog onlineKeperawatan adalah suatu profesi debagai mana halnya seorang dokter yang meberikan obat untuk penyembuhan dari sakit.keperawatan juga mempunyai ciri-ciri dan kreteria tertentusebai suatu profesi diantaranya memiliki body of knowladge dan bebtuk pelayanan yang broentasi kepada masyarakat. Pengertian keperawantan yaitu suatu pentuk pelayanan profesional sebagai bagian integraldari pelayanan kesehatan yang meliputi aspek dio-psiko-sosio-spritualdan itujukan kepada manusia atau masyarakat yang sehat maupu yang sakit yang mencakup talirantai kehidupan manusia. Meskipu bayak hal yang mencakup apek keperawatan, saya akan membahas yang lebih singat dan sepat Adapun beberapa masalah yang mengenai dasar suatu keperawatan seorang yang berprofesi keperawatan yaitu : 1. Seorang perawat harus mengidetifikasi dan definisikan sebagai hubunganyang spesifik dari konsep keperawatan seperti hubungan antara konsep manusia. Konsep sekat-sakit seorang manusia, dan konsep lingkungan. 2. Seorang perawat harus bersifat ilmiah. Artinya keperawatan dapat digunakan dengan alasan atau rasional yang jelas dan dikembangkan dengan mengunakan cara berpikir yang logis. 3. Keperawatan yang bersifat sederhana dan umum. Artinya teori keperawatan d apat digunakan pada masalah sederhana maupun masalah kesehatan yang kompleks sesuai dengan setuasi praktek keperawatan. 4. Keperawatan berperan dalam memperkaya body of knowladge yang dilakukan melalui penelitian 5. Keperawatan merupakan pedoman dan berperan penting untuk memperbaiki kualitas seorang praktik keperawatan. dari buku keperawatan profisional Dengan demikia seorang perawat haruslah berkereatif untuk melakukan keperwatan seorang manusia kan seorang prawat berperang penting dalam menjaga kesejah teraan manusia dari masalah kesehatan sakit dan sehat.

Minggu, 21 Februari 2010

KONSEP DASAR HIPERTENSI


LANDASAN TEORI
1.       Pengertian

Hipertensi didefinisikan oleh Joint Commite On Detection.Evaluation and Treatment of High Blood Preassure 1997 ( JNC VI ) sebagai tekanan darah yang lebih dari 140/90 mmHg (Doenges,2000 ).
Menurut World Health Organization-Internasional Society of Hypertension ( WHO-ISH ) 1999 yang diselaraskan dengan pedoman JNC VI mendifinisikan Hipertensi adalah tekanan darah sistolik yang lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik yang lebih dari 90 mmHg.( Arief Mansdjoer, 1999 ).


2.       Klasifikasi tekanan darah
Menurut Mansjoer, A (1999).Klasifikasi tekanan darah sebagai berikut,lihat tabel dibawah ini:
Tabel 1. Klasifikasi tekanan darah berdasarkan JNC VI 1997
Kategori
Sistolik (mmHg)
Diastolik (mmHg)
Rekomendasi
Normal
<130
<85
Periksa ulang dalam 2 Tahun
Perbatasan
130-139
85-89

Periksa ulang dalam 1 Tahun
Hipertensi Tingkat I
140-159
90-99
Konfirmasi dalam 1 atau 2 bulan, anjurkan modifikasi gaya hidup
Hipertensi Tingkat II
160-179
100-109
Evaluasi dalam 1 bulan
Hipertensi Tingkat III
>180
>110
Evaluasi segera dalam 1 minggu berdassrkan kondisi klinis

Tabel 2. Klasifikasi tekanan darah berdasarkan WHO-ISH 1999
Klasifikasi
Sistolik (mmHg)
Diastolik (mmHg)
Normal
<130
<85
Normal Tinggi
130-139
85-89
Hipertensi Great I (Ringan)
140-159
90-99
Sub grup (perbatasan)
140-149
90-99
Hipertensi Great II (Sedang)
160-179
100-109
Hipertensi Great III (Berat)
>180
>110
Hipertensi sistolik terisolasi
>140
>110
Sub grup (Perbatasan)
140-149
<90

3.       Anatomi dan fisiologi
Jantung terletak pada mediastinum di rongga dada yaitu di antara kedua paru-paru.Jantung terdiri dari tiga lapisan-lapisan terluar disebut perikardium.Lapisan tengah merupakan lapisan otot yang disebut miokardium,sedangkan lapisan terdalam yaitu lapisan endotel disebut endokardium.Ruangan jantung bagian atas atrium,secara anatomi terpisah dari ruangan jantung sebelah bawah,atau ventrikel,oleh suatu anulus fibrosus. Secara fungsional jantung dibagi menjadi alat pompa kanan dan alat pompa kiri,yang memompa darah vena menuju sirkulasi paru-paru,dan darah bersih ke peredaran darah sistemik.
Pembagian fungsi ini mempermudah konseptualisasi dari urutan aliran darah secara anatomi;  versa kava,atrium kanan, ventrikel kanan, arteri pulmonalis, paru-paru, vena pulmonalis, atrium kiri, ventrikel kiri, aorta, arterida, kapiler, venula, versa kava.

4.       Etiologi
Penyebab Hipertensi yaitu :
a.       Hipertensi  Primer (Esensial)
Penyebab dari hipertensi primer adalah idioptik atau tidak spesifik tetapi merupakan akibat dari multifaktor, tergatung pada respon peningkatan cardiac output atau resistensi perifer.
Faktor-faktor tersebut adalah :
1.       Kecendrungan genetik untuk meningkatnya respon neorologik terdapat stress atau penurunan ekskresisodium oleh ginjal atau transportasinya oleh sel.
2.       Obesitas berhubungan dengan tingginya kadar insulin (hyperinsulinemia) yang dapat menaikkan tekanan darah.
3.       Stress lingkungan
4.       Kurangnya elastisitas jaringan dan arteriosklerosisdari porsa dan arteri besar lainnya.
b.      Hipertensi Sekunder
Hipertensi sekunder dapat disebabkan oleh penyakit-penyakit ginjal, penyakit endokrin, obat dan lain-lainnya.
·         Hipotensi renal dapat berupa
a.       Hipertensi renovaskuler yaitu hipertensi akibat tensi pada arteri ginjal sehingga menyebabkan hipotensi pada renal
b.      Hipertensi akibat lesi pada parenkim ginjal yang menimbulkan gangguan fungsi ginjal, misalnya Glumeronefritis, pyelonefritis, penyakit ginjal polikistik, nefropatik diabetik, dan lain-lainnya.
·         Hipertensi endokrin terjadi misalnya akibat kelainan ketok adrenal (Aldosteronisme, Cushing Sindroma), tumor di medula adrenal (feokromesitoma), Akromegali. Hipotiroidisme, Hipertiroidisme, dan lain-lainya.
·         Penyakit lain yang dapat menimbulkan hipertensi adalah koortasio aorta, kelainan neurologik (tumor otak, ensefalitis),sterss akut (luka bakar, pembedahan), polisitemia, toxemia gravidarum, alkoholisme.
·         Beberapa obat yang dapat menyebabkan hipertensi, misalnya kontrasepsi hormonal (paling sering), hormon adrenokortiko tropik, simpatomi metik amian (efedrinia fenilefimeprone, ampetamin), kokain.(farmakologi dan therapi,1995)

5.         Patofisiologi
Tekanan darah ditentukan oleh dua faktor yaitu aliran darah dan tahanan perifer. Sebaliknya aliran darah ditentukan oleh diameter dan pembuluh darah dan sedikit dari viskoditas darah, peningkatan tahanan perifer sebagai akibat dari penyempitan arteriola merupakan karakteristik yang paling dikenal pada hipertensi.
Dilatasi dan konstriksi arteriola perifer dapat dikendalikan oleh berbagai mekanisme terutama stimulus pada sistem saraf simpatis dan pengaktifan sistem angiontensin. Rangsangan pada saraf simpatis (seperti oleh stresor) berdampak dikeluarkannya rorepinefrin-epinefrin yang membuat pembuluh darah berkonstriksi dan meningkatkan resistensi perifer. Epinefrin meningkatkan tenaga kontraksi cardiac sambil menyempitkan saluran, berdampak tekanan darah meningkat. Pengaturan oleh ginjal merupakan komponen esensial untuk pengendalian tekanan darah. Kegiatan angiotensinogen yang diubah menjadi angiotensi I dan diubah menjadi angiotensi II yang berdampak terjadinya vasokonstriksi dan retensi sodium dan air, maka terjadilah jumlah cairan pada sistem vaskuler kecil dan berdampak peningkatan tekanan darah.
Usia merupakan faktor utama pada Hipertensi primer. Tekanan darah arteri meningkat di sepakati secara umum bahwa tanpa memandang usia, lebih tinggi tekanan sistolik atau diastolik angka morbiditas dan martalitas lebih tinggi juga. (Barbara C. Long, 1996).













Renin + Angiotensin
 


Angiotensin I
 


Angiotensin II
 

                                        Vasokonstriksi perifer          Sekresi Aldosteron

                                                                                           Retensi Na+, H2O

                                                                                          Peningkatan Volume Plasma

                                                     Peningkatan Tekanan Darah
                                      Gambar 3. Patofisiologi Hipertensi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar